Senin, 11 April 2016

KESEHATAN MENTAL




NAMA   : DESTIJANI DWI PUTRIANDINI
KELAS   : 2PA08
NPM       : 12514784

Kepribadian yang Sehat Menurut Erick Fromm



A.    Konsep Sehat
            Kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :
            Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.
            Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.
Bagi Fromm, penyesuaian diri dalam masyarakat bukan tujuan yang paling tinggi, melainkan orang yang produktif di mana ia benar-benar menghayati kehidupan yang matang. Fromm menyebut kepribadian yang sehat: “orientasi produktif”, yakni suatu konsep yang srupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang mengaktualisasikan diri dari Maslow. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons itelektual, emosional, dan sensorik terhadap orang-orang, benda-benda, peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri.
Menjadi produktif berarti orang menggunakan semua tenang dan potensinya. Kata produktif mungkin menyesatkan karena kita cenderung memikirkan kata tersebut dalam arti menghasilkan sesuatu seperti barang-barang material, karya-karya seni, atau ide-ide. Fromm mengartikan kata produktif itu sinonim dengan berfungsi sepenuhnya, mengaktualisasikan diri, mencintai, keterbukaan, dan mengalami.
Tetapi, ada satu pengertian di mana kepribadian sehat dan produktif benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari seorang individu, yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.
Empat segi tambahan dalam kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksud Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalag cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagiaan, dan suara hati.

B.                Ciri-ciri Kepribadian Sehat Menurut Erich Fromm
Menurut Fromm, pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu hidup dalam masyarakat sosial yang ditandai dengan hubungan-hubungan yang manusiawi, diwarnai oleh solidaritas penuh cinta dan tidak saling merusak atau menyingkirkan satu dengan lainnya. Tujuan hidup seorang pribadi adalah keberadaan dirinya itu sendiri dan bukan pada apa yang dimiliki, pada apa kegunaannya atau fungsinya (A man whose goal in life is being, not having and using). Dengan demikian, menurut Fromm, orang yang berkepribadian sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.        Mampu mengembangkan hidupnya sebagai makhluk sosial di dalam masyarakat,
2.        Mampu mencintai dan dicintai,
3.        Mampu mempercayai dan dipercayai tanpa memanipulasi kepercayaan itu,
4.        Mampu hidup bersolidaritas dengan orang lain tanpa syarat,
5.        Mampu menjaga jarak antar dirinya dengan masyarakat tanpa merusaknya
6.        Memiliki watak sosial yang produktif.


Sumber:

KESEHATAN MENTAL



NAMA   : DESTIJANI DWI PUTRIANDINI
KELAS   : 2PA08
NPM       : 12514784

Konsep Maslow Mengenai Kesehatan Mental

A.    Konsep Sehat

a.       Hirarki kebutuhan manusia
Maslow mengembangkan teori tentang bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai “hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Maslow membuat tingkatan kebutuhan manusia menjadi lima karakteristik. sebagai berikut:
1.      Kebutuhan-kebutuhan fisiologis :
Merupakan kebutuhan-kebutuhan yang jelas terhadap makan, iair, udara, tidur, dan seks serta pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup karena kebutuhan tersebut merupakan yang terkuat dari semua kebutuhan.
2.      Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman
Apabila kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi, maka manusia akan didorong oleh kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan jaminan, stabilitas, perlindungan, ketertiban, bebas dari ketakutan dan kecemasan. Maslow percaya bahwa kita semua membutuhkan sedikit banyak sesuatu yang bersifat ritun dan dapat diramalkan. Ketidakpastian sulit dipertahankan, karena itu kita berusaha untuk mencapai sebanyak mungkin jaminan, perlindungan, ketertiban menurut kemampuan kita misalnya, kita menambah uang tabungan kita di bank, membeli asuransi, dan tetap tinggal dalam  pekerjaan-pekerjaan yang aman dan terjamin supaya dengan demikian tidak kehilangan tunjangan tambahan.
3.      Kebutuhan-kebutuhan akan memiliki dan cinta
Kita dapat menggabungkan diri dengan suatu kelompok atau perkumpulan, menerima nilai-niai dan sifat-sifat atau memakai pakaian seragam dengan maksud merasakan perasaan memiliki. Kita memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita akan cinta dengan membangun suatu hubungan akrab dan penuh perhatian dengan orang lain atau dengan orang-orang pada umunya. Dalam hubungan-hubungan ini, memberi dan menerimacinta adalah sama penting.
Semakin lama semakin sulit memuaskan kebutuhan akan memiliki dan cinta karena mobiitas kita, oleh karena itu Maslow berpendapat bahwa kesulitan untuk memuaaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut menjelaskan aktivitas-aktivitas kelompok yang dilakukan sebagai cara melarikan diri dari kesepian dan isolasi yang merupakan akibat yang tidak dapat dielakkan dari kegagalan dalam mencapai perasaan cinta dan memiliki.
4.      Kebutuhan-kebutuhan akan penghargaan
Penghargaan yang berasal dari orang-orang lain dan penghargaan diri sendiri. Penghargaan yang berasal dari orang lain merupakan yang utama bahwa orang-orang akan berpikir baik tentang diri kita. Penghargaan yang berasal dari luar dapat berdasarkan reputasi, kekaguman, status, popularitas, prestise, atau keberhasilan dalam masyarakat, semua sifat  dari bagaimana orang-orang lain berfikir dan bereaksi terhadap kita. Apabila kita sudah merasakan suatu perasaan penghargaan dari dalam atau luar, kita akan merasa yakin, aman serta berharga akan diri kita.
5.      Kebutuhan akan aktualisasi diri
Ini merupakan kebutuhan yang paling tinggi, yaitu sebagai perkembangan yang paling tinggi dan penggunaan semua bakat kita serta pemenuhan semua kualitas dan kapasitas kita. Meskipun kebutuhan-kebutuhan dalam tingkat yang lebih rendah dipuaskan, kita merasa aman secara fisik dan emosional, mempunyai perasaan memiliki dan cinta serta merasa bahwa diri kita adalah individu-individu yang berharga. Namun, kita akan merasa kecewa, tidak senang dan tidak puas kalau kita gagal berusaha untuk memuaskan kebutuhan akan aktualisasi diri. Apabila terjadi demikian, maka kita akan berada dalam damai dengan diri kita dan tidak bia dikatakan sehat secara psikologis.

b.          Kepribadian sehat menurut Abraham Maslow
Individu digambarkan sebagai organisme yang tersusun baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, dan kreativitas. Semua individu  dapat menemukan dalam pengalaman dan potensi dalam kepribadian mereka yang tidak pernah disadari bahwa mereka memilikinya. Tekanan yang tidak begitu banyak pada penyembuhan konflik-konflik yang ada hubungannya dengan masa kanak-kanak dan luka-luka emosional pada masa lampau dibandingkan dengan pelepasan sumber yang tersembunyi dari bakat, kreativitas, energi, dan dorongan. Kodrat manusia adalah optimistis dan penuh harapan. Setiap manusia memiliki kapasitas kita untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi diri mereka sendiri serta untuk menjadi semuanya menurut kemampuan mereka sendiri.
Pada tingkat kebutuhan-kebutuhan dari Abraham Maslow, menyatakan bahwa kebutuhan fisiologis dan rasa aman harus dipuaskan sebelum kebutuhan-kebutuhan lain dapat timbul hingga mencapai yang tertinggi yaitu aktualisasi diri. Sifat pengaktualisasian diri dari Maslow merupakan sifat yang diinginkan dan diharapkan untuk dimiliki oleh seorang yang sehat. Pengaktualisasian diri merupakan orang yang baik hati, sopan, jujur, dan penuh perhatian dan masyarakat dapat menjadi tempat kehidupan yang lebih cocok apabila lebih banyak menampilkan sifat-sifat ini dan inidividu akan menjadi lebih bahagia apabila berada disekitar  orang-orang yang lebih mengaktualisasikan diri. Maka, Abraham Maslow menyatakan dengan jelas “apabila anda dengan sengaja merencanakan untuk menjadi kurang daripada kemampuan anda, maka saya memperingatkan bahwa anda tidak akan berbahagia dalam kehidupan anda selanjutnya”, maksudnya adalah meneliti berbagai caara bagaimana kita menjadi menurut kemampuan kita.

c.       Ciri-ciri Kepribadian yang Sehat
1. Menerima realitas secara tepat
Orang-orang yang sangat sehat mengamati objek-objek dan orang-orang di dunia sekitarnya secara objektif, teliti terhadap arang lain, mampu menemukan dengan cepat penipuan dan ketidakjujuran. Mereka bersandar semata-mata pada keputusan dan persepsi mereka sendiri serta tidak terdapat pandangan-pandangan yang berat sebelah atau prasangka-prasangka.
2. Menerima diri dan orang lain apa adanya
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri menerima diri mereka. Kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan mereka tanpa keluhan atas kesusahan. Sesungguhnya, mereka tidak terlampau banayk memikirkannya. Meskipun individu-individu yang sangat sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau cacat-cacat, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah terhadap hal-haltersebut.
3. Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa berpura-pura.Kita dapat mengatakan bahwa orang-orang ini bertingkah laku secara kodrati yakni sesuai dengan kodrat mereka.Dalam situasi dimana ungkapan perasaan yang wajar dan jujur dapat menyakitkan orang lain, atau dimana hal tersebut tidak penting, maka untuk sementara mereka mengekang persaaan-perasaan itu. Jadi, mereka tidak sengaja menjadi tidak konvensional atau memberontak, mereka tidak mau mencari kesenangan dalam mencemoohkan dengan sengaja aturan-aturan dan adat-adat social.
4. Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka dan berpendapat bahwq pekerjaan itu tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan mereka adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan; tentu, sesuatu yang harus mereka lakukan tidak semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapat penghasilan.
5. Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain.
Orang-orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan kesunyian. Mereka tidak tergantung pada orang-orang lain untuyk kepuasan mereka dan dengan demikian mungkin mereka menjauhkan diri dan tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan meeka sangatt egosentris dan terarah kepada dir mereka sendiri.Sebaliknya, orang-orang neuorotis biasanya snagat emosional tergantung pada orang-orang lain untuk kepuasan dimana mereka tidak mampu menghasilkan untuk diri mereka.
6. Memiliki ruang untuk diri pribadi
Pengaktualisasian diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan social dan fisik. Kepribadian-kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka, agak tidak mempan terhadap krisis atau kerugian. Kemalangan-kemalangan yang dapat mengahncurkan orang-orang yang sehat mungkin hamper tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu ketenangan dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehat sebagai malapetaka.

7. Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
Menghargai pengalaman-pemgalaman tertentu bagaimanapun seringnya pengalaman itu terulang, dengan suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona dan kagum. Suatu pandangan yang bagus atau menyegarkan terhadap dorongan setiap hari untuk bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa kurang pasti, tetapi senantiasa berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki dan dapat mereka alami.
8. Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami ekstase, kebahagiaan, perasaan terpesona yang hebat dan meluap-luap, sama seperti pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam.
Maslow menunjukan bahwa tidak semua pengalaman puncak itu sangat kuat; dapat juga ada pengalaman- pengalaman yang ringan. Pengalaman- pengalaman yang ringan ini kadang- kadang dapat terjadi pada kita semua. Akan tetapi individu yang lebih sehat memiliki pengalaman-pengalaman puncak lebih sering dari pada orang- orang biasa, dan mungkin sering kali terjadi setiap hari.
9. Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Pengaktualisasian diri memiliki perasaan empati dan afeksi yang sangat kuat dan dalam terhadap semua manusia, juga suatu keinginan untuk membantu kemanusiaan.. Mereka adalah anggota dari satu keluarga (manusia) dan memiliki suatu perasaan persaudaraan dengan setiap anggota lain dalam keluarga.
Orang- orang yang sehat mengetahui bahwa mereka dapat mencapai hal- hal dengan lebih baik dari pada orang-orang lain dan bahwa mereka melihat dan memahamii hal- hal itu dengan lebih jelas.mereka mungkin kerapkali merasa tertekan atau marah karena tingkah laku orang- orang lain yang bodoh, lemah, atau kasar tetapi mereka cepat memahami dan memaafkannya.
10. Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang- orang lain daripada orang- orang yang memiliki kesehatan jiwa yang biasa.mereka memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang lebih dalam, dan identifikasi yang lebih sempurna dengan individu-individu lain.
11. Mengarah pada nilai-nilai demokratis
Orang yang sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatkan kelas social, tingkat pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna kulit.mereka sangat siap mendengarkan atau belajar dari dari siapa saja yang dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
12. Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh.
Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan atau cita- cita jauh lebih penting daripada sarana untuk mencapainya.mereka juga sanggup membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah. Orang yang kurang sehat kerapkali bingung atau tidak konsisten dalam hal- hal etis, terombang- ambing, atu berganti-ganti antara benar dan salah menurut keuntungannya.
13. Memiliki rasa humor yang tinggi
Orang-orang yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor, humor permusuhan yang menyebabkan seseorang merasa sakit, humor superioritas yang mengambil keuntungan dari rasa rendah diri dari orang lain atau kelompok dan humor pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi Oedipus atau percakapan cabul. Humor pengaktualisasi-pengaktualisasi diri bersifat filosofis, humor yang menertawakan manusia, pada umumnya, tetapi bukan kepada seseorang yang khusus. Humor ini kerap kali bersifat intruktif, yang dipakai langsung kepada hal yang dituju dan juga menyimpulkan tertawa.
14. Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
kreatifitas merupakan suatu sifat yang diharapkan seseorang dari pengaktualisasi- pengaktualisaasi diri mereka adalah asli, inventif, dan inovatif, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu karya seni. Maka kreatifitas lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan psikologis dan lebih mengenai cara bagaimana kita mengamati dan beraksi terhadap dunia dan bukan mengenai hasil-hasil yang sudah selesai dari suatu karya seni.

      Sumber:
·          http://putridsumitra.blogspot.co.id/2015/03/konsep-sehat-abraham-maslow.html

Kamis, 24 Maret 2016

ANALISIS DRAMA IT'S OKAY THAT'S LOVE



Sinopsis drama It’s Okay Thats Love
Drama ini bercerita tentang Jang Jae-yeol seorang penulis dan DJ berusia 30 tahuanan. Ia sukses besar sebagai seorang penulis, berkat penggambaran erotis dan adegan brutal yang begitu nyata dalam buku-bukunya. Dia juga aktif menjadi DJ dalam acara talk show utama, meneguhkan posisinya di stasiun TV melalui penampilannya yang tampan dan romantis. Namun dibalik nama besar tersebut ternyata Jang Jae-Yeol adalah seorang yang sedikit sombong.
Suatu hari Jae-yeol bertemu dengan salah satu fansnya yang bernama Kang Woo. Kang Woo memohon agar Jae-Yeol membaca sampai habis novel yang di karangnya meski jae yeol tidak menyukai novel tersebut. Jae yeol menyadari bahwa isi nonel tersebut sama dengan kisah masa lalunya. Setelah kejadian tersebut mereka teman dekat.
Ji Jae Soo adalah seorang psikiater berusia 30 tahunan yang baru menjalani tahun pertamanya di rumah sakit universitas. Dia seorang yang sangat ambisius dan bersemangat namun terkadang dia cepat marah dan tidak memiliki cinta kasih terhadap pasiennya. Meski banyak orang mengakui ia melakukan pekerjaanya dengan sangat baik, ia sendiri meragukan apakah ia benar-benar cocok dengan pekerjaan ini.  Meski dia mengalami kesulitan menempatkan dirinya dalam posisi menangani pasiennya, karena Hae Soo telah lama memiliki sikap negatif terhadap kasih sayang dan hubungan dalam kehidupan pribadainya namun seniornya,  Jo Dong Min selalu mengatakan bahwa Hae Soo  akan menjadi psikiater terbaik.
Pada acara talk show jang jae yeol bertemu dengan seorang psikiater bernama Ji Hae soo. Hae soo menghadiri acara tersebut karena menggantikan seniornya yang bernama Jo Dong Min. Setelah itu, semakin lama Jang Jae-Yeol dan Ji Hae Soo semakin dekat, terlebih lagi mereka satu tempat tinggal. Namun setelah mereka bertemu dalam satu tempat tinggal ternyata banyak pertentangan di antara mereka yang di karenakan oleh sifat kepribadian yang kuat dan penolakan untuk menyerah pada satu sama lain.
            Dalam tempat tinggal tersebut bukan hanya Jae-Yeol dan Hae Soo yang tinggal di tempat tinggal tersebut, melaikan tingal bersama dengan senior yang bernama Jo Dong min dan seorang penderita penyakit Tourtte Syndrome bernama Park Soo Kwang. Dan Jang Jae Yeol adalah penghuni baru di tempat tinggal tersebut.
Seiiring berjalannya waktu dengan perlahan pertengkaran mereka berubah menjadi cinta. Jae-Yeol dan Hee Soo mulai belajar bagaimana saling membutuhkan dan membuat mereka semakin cocok. Jae-Yeol dan Hee Soo saling berupaya untuk menumbuhkan luka mendalam satu sama lain namun hubungan mereka dikejutkan dengan masalah kesehatan mental Jae-Yeol yang ternyata lebih serius daripada dugaan mereka.
            Jang Jae-Yeol mempunyai seorang fans lelaki bernama Kang Woo. Diceritakan Kang Woo adalah seorang pelajar kelas  2 SMA yang mempunya cita-cita menjadi seorang penulis. Jae-Yeol bersimpati pada Kang Woo karena memiliki latar belakang keluarga yang sama. Selama 3 tahun Jae-Yeol dan Kang Woo berkomunikasi, ternyata hanya Jae-Yeol yang bisa bertemu dengan Kang Woo. Keluarga teman-teman tidak pernah ada yang bertemu dengan Kang Woo.Mereka hanya mendengar Jang Jae-Yeol membahas soal Kang Woo, termasuk Hae Soo.
            Kemudian ada satu kejadian yang membuat orang-orang disekitar Jae-Yeol sadar jika Kang Woo hanya halusinasi Jae-Yeol. Setelah melakuakan pemiriksaan lebih lanjut Jang Jae-Yeol divonis menderita skizofrenia dan membutuhkan perawatan ahli  secepatnya. Karena skizofrenia muncul karena rasa bersalah Jae-Yeol terhadap kakak laki-lakinya yaitu Jang Jae-Bum yang terpaksa dipenjara selama 14 tahun karena tuduhan membunuh ayah tiri mereka, padahal Jae-Yeol mengetahui bahwa Jae Bum sama sekali tidak bersalah, tapi situasi terpaksa membuat Jae-yeol berbohong.
            Karena rasa bersalahnya itu, penderita semakin merasa jahat saat dirinya bahagia maka dari itu semakin Jae-Yeol dekat dengan Hae Soo, Kang Woo akan semakin sering muncul sebagai halusinasinya. Namun, berkat dukungan keluarga, teman-teman, dan orang di sekitarnya seperti psikiater, psikolog dan juga dorongan ingin sembuh dari dirinya sendiri, akhirnya ia bisa melewati fase sulit untuk sembuh.
Dalam film ini, Jang Jae-Yeol menderita skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan yang ditandai dengan kekacauan kepribadian, distorsi terhadap realitas, perasaan di kendalikan oleh kekuatan dari luar dirinya, waham atau delusi dan gangguan persepsi. Umunnya gangguan ini, muncul pada usia yang sangat muda, dan memuncak pada usia antara 25-35thn.
Sama seperti yang dialami jang jae yeol saat menderita penyakit ini gejala muncul pada umur 27thn gamgguan ini muncul secara tiba-tiba. “ saat kakaknya jang jae bum kerluar dari penjara datang menemui jang jae yeol, namun secara tiba-tiba Jang Jae-Bum melainkan menusuk Jae Yeol dengan garpu. Dan saat itu lah Jang Jae Yeol mulai melihat sosok Kang Woo.
Ciri-ciri skizofrenia
1. kekacauan pikiran dan perhatian : pada kebanyakan orang normal pemusatan perhatian dapat dilakukan secara efektif dapat menyeleksi informasi yang masuk. Sementara pada kasus jang jae yeol kemampuan ini menghilang ia tidak bisa membedakan informasi secara efektif.
2. kekacauan persepsi :  pada penderita skizofrenia seringkali mengalami bahwa dunia tampak berbeda baginya. Beberapa pendapat terkadang tidak dapat mengenali dirinya sendiri atau tidak bisa melihat bayangannya.
3. kekacauan afektif : penderita skizofrenia umumnya tidak dapat memberikan respon emosional yang norma dan wajar. Mereka seringkali pasif dan tidak responsif terhadap situasi-situasi yang seharusnya membuat mereka sedih atau gembira. Kadang-kadang mereka mengungkapkan perasaan yang tidak sesuai dengan situasi atau pikiran yang diungkapkan. Sama seperti Jang Jae-Yeol iya tidak bisa mengungkapkan kesedihan atas penderitaan kakaknya yang dipenjara karena tuduhan yang salah. Karena Jang Jae-Yeol yang tidak bisa mejebloskan ibunya kepenjara, akhirnya tuduhan itu di jatuhkan pada kakakanya, padahal pada kasus ini adalah kesalahan ibunya.karena rasa bersalahnya itu muncul lah sosok Kang Woo untuk menebus rasa bersalah pada kakaknya.
4. penarikan diri dari realita : pendirita skizorfenia cenderung menarik diri dari pergaulan dengan orang lain dan cenderung asik dengan dunianya sendiri (khayalan dan pikirannya sendiri). Dalam kasus jang Jae Yoel, dia mengalami penarikan diri dari realita meskipun dia memiliki khayalan tentang Kang Woo tetapi ia masih bisa bergaul dengan teman-temannya.
5. delusi dan halusinasi : pada penderita skizifrenia, berkeyakinan bahwa kekuatan eksternal mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya. Delusi tersebut juga meliputi keyakinan bahwa pikirannya dapat di pancarkan pada dunia sekelilingnya sehingga merasa pikiran-pikirannya dapat diketahui oleh sekelilingnya. Dalam kasus Jang Jae-Yeol, dia selalu menganggap orang lain melihat Kang Woo padahal Kang Woo tidak lah nyata, karena Kang Woo hanyalah delusi Jang Jae-Yeol.
Halusinasi: persepsi atau tanggapan yang keliru atau palsu, dimana penderita menghayati gejala-gejala yang di khayalkan sebagai hal yang nyata. Dalam kasus Jang Jae-Yeol, meski pun sudah ada penolakan dari banyak pihak jika kang woo hanyalah khayalan dari Jang Jae-Yeol, namun Jang Jae-Yeol masih tetap yakin bahwa Kang Woo adalah sosok yang nyata.